aku siap menerima kurang lebihmu,
aku siap menemanimu dalam semua peristiwa.
cinta saja tak pernah cukup untuk melangkah lebih jauh.
pernikahan, menurutku, lebih kepada janji dan komitmen, yang kadarnya harus lebih besar dari rasa sayang.
banyak pertanyaan terlintas, sebelum kita berikrar disaksikan malaikat.
bisakah aku tetap bersamamu meski keadaan yang buruk terjadi?
bisakah aku melakukan semua hal untukmu saat kamu tak bisa melakukan apapun?
bisakah aku mengerti pendapatmu bila itu tak masuk akal untukku?
bisakah aku meredam egoku untuk menjelaskan argumenku?
sebelum menikah, aku menjawab semua pertanyaan itu dengan kata iya.
tanpa ragu, tanpa tapi.
aku yakin karena aku bersama kamu yang juga yakin padaku.
aku tak akan meninggalkanmu walau terjadi hal yang buruk, karena semua yang buruk pernah terjadi padamu dan aku masih berdiri di tempatku.
aku akan tetap disampingmu meski kamu tak bisa melakukan apapun, aku bukan perawat yang handal tapi aku mampu melakukan hal yang benar saat darurat.
aku akan mengikuti keinginanmu asalkan kamu menjelaskan alasan yang benar padaku.
aku mengakui salahku jika ada hal yang tidak dapat diterima olehmu.
aku bisa melakukan itu semua karena kamu juga melakukan hal yang sama.
cinta telah membawa kita ke titik ini.
dimana perjuangan dan pengorbanan akan dibagi berdua.
masih sangat banyak yang akan kita alami,
yang membuat kita berselisih dan merasa benar sendiri.
bisa jadi dari kita, bisa jadi dari orang lain.
ingatlah,
bersamamu aku telah berjalan sejauh ini,
kita sudah menata sedikit demi sedikit kehidupan yang dulu masih dalam mimpi,
kita sudah melewati yang sulit dan sakit.
aku tidak akan berbalik karena apapun.
meski ada hal yang buruk di masa depan, apalagi untuk masa lalu.
buanglah semua khawatir dan takut, karena aku tak akan melepaskan genggamanku.
akulah bagian dari rusukmu.
dan aku masih sama saat kita pertama kali bertemu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar